Rasa
mudah lelah, lemah, letih, lunglai, lalai, dan mata berkunang-
kunang, yang selama ini dikenal sebagai gejala-gejala kurang darah
(anemia), bila tak segera diatasi berpotensi menimbulkan kepayahan
jantung, bahkan menyebabkan serangan jantung. Pasalnya, dalam kondisi
hemoglobin (Hb) sebagai pengangkut oksigen dalam darah berjumlah di
bawah batas normal, jantung dipaksa bekerja ekstra keras memompa darah
untuk menyalurkan oksigen ke seluruh tubuh. Salah satu gejalanya dada
terasa berdebar-debar.
"Kalau
terus dipaksa begitu, lama-lama jantung akan kepayahan dan
membengkak. Serangan jantung juga menjadi risiko berikutnya yang
mungkin terjadi," kata Konsultan Hematologi Onkologi Medik di Rumah
Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM)/FKUI Dr Syafrizal Syafei Sp PD dalam
kampanye anti-anemia di Jakarta, Rabu (7/7).
Seseorang
dengan keluhan kurang darah karena kekurangan zat besi, dapat mencari
jalan keluar dengan mengonsumsi makanan yang mengandung zat besi atau
tablet tambah darah. Makanan yang dianjurkan di antaranya bayam,
kacang-kacangan, daun katuk, daging ayam, hati, limpa, ikan, kuning
telur, dan roti-gandum.
Sementara
suplemen oral zat besi bisa diberikan dalam bentuk ferrous sulfat,
ferrous glukonat, ferrous fumarat, dan ferrous suksinat. "Ibu hamil dan
pekerja sebaiknya memenuhinya," kata dokter yang juga bertugas di
Rumah Sakit Kanker Dharmais (RSKD) itu.
Pekerja
yang disarankan terus memantau keadaan darahnya di antaranya
pengemudi/sopir, pilot pesawat komersial, maupun pekerja bangunan
proyek. Selain itu, tentu saja pada ibu hamil dan menyusui.
Pada ibu hamil
Kekurangan
darah pada ibu hamil harus segera diatasi dengan meminum tablet
tambah darah. Pada saat itu, kebutuhan darah ibu lebih besar karena
bayi membutuhkan untuk proses pembentukan darah dalam tubuhnya.
Kecukupan
darah juga disiapkan sebagai persiapan proses melahirkan supaya tidak
terjadi kepayahan jantung, yang bisa berakibat fatal.
Menurut
data survei tahun 2000, didapati satu dari dua penduduk Indonesia
menderita kekurangan darah. Prevalensi pada ibu hamil mencapai 50
persen, ibu menyusui 45 persen, dan remaja putri mencapai 57 persen.
Data ini menguatkan bahwa kekurangan darah banyak diderita kaum
perempuan dibandingkan laki-laki. Pada remaja putri, salah satunya
karena faktor menstruasi.
Secara
umum, dalam keadaan normal seseorang dengan kadar Hb berjumlah di
bawah 6-7 miligram/desiliter (mg/dL), hanya sanggup menjalankan
aktivitas ringan di dalam rumah. (GSA)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar